Monday, May 2, 2016

Tak Hanya Rio Haryanto, Kini Ada Ali Adrian Rusmiputro

Ali Adrian, Pebalap Motor Dari Tim Pertamina Enduro. (Sumber: kawanaliadrian.blogspot.com)

Ali Adrian Rusmiputro lahir di Jakarta, Indonesia. Pada usia 21 tahun ia telah menjadi pembalap muda berbakat. Ia memulai kariernya pada usia 3 tahun, ketika sang ayah memberikannya hadiah pocket-bike 500 cc. Hadiah tersebut menjadi mainan yang menyenangkan baginya.Pada usia 9 tahun, ia mulai menggeluti motorcross, olahraga motor yang direkomendasikan untuknya. Olahraga ini melatih kemampuan dan kontrolnya dalam mengendari motor selayak seorang pembalap. Pada usia 14, bersama keluarganya, ia memutuskan untuk memulai tahapan baru dalam hidupnya, yaitu berkompetisi dan berusaha keras mencapai mimpinya.


Sejak tahun lalu, Adrian sudah ikut ajang Moto2 European Championship. Kejuaraan ini merupakan salah satu pembuka jalan menuju pentas balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGp.

"Saya mendapat tawaran bergabung dengan tim Spanyol, Stop and Go Racing. Untuk bisa menembus Moto2, saya harus membawa sponsor dan dukungan dana," kata Adrian saat ditemui JUARA di kediamannya beberapa waktu lalu.

Pada 2015, anak kedua dari empat bersaudara itu naik podium pada beberapa seri European Championship, di bawah bimbingan sang manajer, David Garcia.

Adrian finis di urutan kedua dan keempat pada balapan 600cc Andalucia Championship.

"David merupakan salah satu pemilik sirkuit terbaik di Spanyol yaitu Circuito de Almeria. Dia adalah pemilik tiga sirkuit di Spanyol dan sudah enam tahun berturut-turut sirkuit miliknya mendapat predikat sebagai sirkuit terbaik di dunia," tutur Adrian.





Sumber: news.motorplus-online.com

Garcia adalah manajer dari pebalap MotoGp asal Spanyol, Tito Rabat (Marc VDS), yang juga merupakan juara dunia Moto2 2014.

Adrian tengah menyusun jalan demi bisa membalap di MotoGp. Mengikuti European Championship merupakan salah satu cara untuk menambah bekal demi mewujudkan mimpi tersebut.

Namun, Adrian butuh dana cukup besar untuk bisa bersaing di adu balap kelas dunia. Dia butuh 1,5 juta euro (sekitar Rp 22 miliar) untuk bisa membalap semusim penuh pada balapan European Championship.

Adrian sudah bertemu Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi untuk mendapatkan dukungan.

"Menpora akan mendukung, tetapi belum memutuskan bentuk dukungannya seperti apa," tutur Adrian.

Menurut Adrian, pihak Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) masih melihat potensi untuk mendukung balap motor.

"Saya sudah mengatakan bahwa balap motor ini dampaknya sangat besar bagi Indonesia. Indonesia merupakan konsumen motor terbesar di dunia jika dilihat dari sisi bisnis," ucap Adrian.

"Jika dilihat dari gairahnya, olahraga ini memiliki banyak penggemar. Insya Allah bisa menyatukan Indonesia," kata Adrian menambahkan.

Musim ini, Adrian juga mengincar beberapa wild card untuk berlaga pada Kejuaraan Dunia Moto2.


Diolah dari berbagai sumber:
kawanaliadrian.blogspot.com
olahraga.kompas.com

Artikel Terkait

Tak Hanya Rio Haryanto, Kini Ada Ali Adrian Rusmiputro
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email